Menyusuri ‘Red-light District’ Patpong di Bangkok

Kumat lagi ‘penyakit’ malas nulisnya. Padahal masih banyak yang belum ditulis :(. Oya, kali ini saya mau sharing sedikit tentang Patpong. Area ini cukup terkenal di kalangan wisatawan.

Patpong adalah sebuah red-light district alias tempat lokalisasi prostitusi yang sangat terkenal di Bangkok. Sebuah kawasan yang berada di sebuah gang.

Di tengah-tengah jalan gang tersebut terdapat ratusan lapak pedagang kaki lima yang menjual dagangannya, mulai dari asesoris, tas, jam tangan, hingga kaos. Di kanan kiri jalan gang tersebut terdapat gedung-gedung dan ruko seperti panti pijat, restoran, bar atau club yang menawarkan beragam hiburan malam, salah satunya tarian erotis..

Saya jadi kepo mendatangi tempat ini saat berkunjung ke sana karena banyak orang membicarakannya. Eit, bukan mau macam-macam.. niatnya murni hanya karena penasaran seperti apa sih tempatnya, dan tentunya untuk memperkaya wawasan saya.. 🙂

__

Patpong terkenal karena hiburan malamnya.. kawasan ini terletak di antara Silom dan Surawong Roads. Kawasan Patpong memang dilegalkan pemerintah Thailand agar menarik wisatawan. Semakin malam kawasan ini akan semakin ramai… Kalau mau ke sini bisa naik Skytrain, turun di Station Sala Daeng; atau MRT, turun di Station Silom.

Setibanya di kawasan tersebut, jangan kaget kalau didekati oleh calo-calo yang mencoba menawarkan tempat-tempat hiburan dan pertunjukan tari erotis. Saat saya berjalan menyusuri kawasan tersebut, sejumlah bar terkesan sengaja membuka pintu mereka sehingga saat melewati pintu tersebut saya dengan mudah dapat melihat para wanita berpakaian seksi sedang berdiri memegang tiang di atas panggung, sambil meliuk-liukkan tubuhnya.

Tempat ini memang sungguh ‘terbuka’, tidak ditutup-tutupi… yaaa, karena memang dilegalkan seperti yang saya sebutkan tadi. Saya memang tidak berniat masuk menikmati tarian itu, jadi jangan tanya saya seperti apa orang-orang yang ada di dalam sana atau mimik wajah penonton yang melihat tarian tersebut… 😀

Hal lain yang menarik adalah… di kawasan tempat hiburan ini banyak terdapat ladyboy alias wanita tapi pria. Dan konon sangat sulit membedakan mana wanita tulen dan mana wanita tapi pria karena penampilannya betul-betul seperti wanita tulen.

Nah, kalau soal belanja terutama fashion… menurut saya barang dagangan yang dijual di sini agak mahal. Mungkin karena banyak turis yang datang ke sini kali yaaa… Jadi jangan ragu-ragu nawar barang yang ingin dibeli.. 🙂

 

-dew-

13 Comments

    • Ã… nei… Ikkje snø endÃ¥! Hadde ogsÃ¥ snøen tett innpÃ¥ over fjellet frÃ¥ Vetdsantel, men hÃ¥par den lar vente pÃ¥ seg her.Utruleg flotte bilder av dine nydeleg barn i eit tidlegare innlegg.

      Reply
    • You don't have to be a tree hugging hippie to open your eyes to what's happening in our world. I felt like that watching/reading about the Iranian election. We can't begin to imagine how fortunate we are to live freely, when so many people do not.Great post.Michelle

      Reply

Leave a Comment.