Naik Ojek di Bangkok

Tukang Ojek di Bangkok

Siapa bilang ojek cuma memonopoli kota Jakarta saja? Di Bangkok, transportasi beroda dua ini juga banyak tersebar di berbagai sudut tempat. Tak jauh beda dengan Jakarta..

Bedanya, ojek di sana dapat ditandai lewat rompi berwarna oranye yang mereka kenakan. Mereka biasanya berkumpul dan bergerombol di tempat-tempat tertentu. Soal tarif? Kita harus pandai-pandai menawar.. Apalagi jika mereka tahu bahwa kita pendatang, mereka akan mematok harga seenak udelnya saja.. 😛

Ceritanya, dua bulan yang lalu saya kembali mengunjungi Bangkok. Kali ini bukan dalam rangka sengaja backpacker-an, namun memenuhi undangan workshop dari salah satu rekanan kerja. Singkat kata, karena diundang saya diinapkan di sebuah hotel berbintang di daerah Siam City, waktu bebas yang saya punya hanyalah malam hari.

Nah, seperti yang pernah saya tulis di postingan sebelumnya, trafik jalanan di area tertentu saat pagi dan malam hari selalu macet karena orang-orang pergi/pulang kerja. Malam itu saya berencana pergi ke Pratunam Market, lokasinya tak jauh dari hotel tempat saya menginap, berkisar antara 2-3 km saja.. which is biasanya saya memilih berjalan kaki sambil melihat-lihat daerah sekitar.

Karena macet, gerimis dan jarak yang saya tuju tidak begitu jauh, saya memutuskan untuk naik ojek saja agar cepat sampai tujuan. Belum lagi Pratunam Market biasanya tutup jam 9 malam, jadi kalau saya jalan kaki waktunya akan terbuang.

Terbukti mereka mematok harga sesuka hati (sama seperti tuktuk).. Dari daerah Siam ke Pratunam Market mereka mematok harga 40 Bath. Setelah tawar menawar, akhirnya tukang ojeknya mau 20 Bath.. kalau di Rupiah-kan sekitar Rp 6ribuan 🙂 Begitu pula ketika pulang, ada yang mematok harga 50 Bath, 60 Bath.. 😀  *triknya: jangan lupa nawar ya.. 🙂

Nah, gimana dengan gaya nyetirnya?

Ternyata gaya nyetir tukang ojek di sana juga hampir sama dengan di Jakarta (tentunya tergantung tukang ojeknya ya).. 🙂 Secara umum yang saya lihat, tukang ojeknya ‘lincah’ nyetirnya alias jago nyelip-nyelip, banyak juga yang melawan arus.. penumpang banyak yang tidak pakai helm.. saat lampu merah mereka berhentinya pun melampaui posisi lampu merah hahahaaa.. 😀

Saya berasa ada di Jakarta saja waktu naik ojek tersebut..
Well, begitulah sedikit pengalaman saya ketika nyobain ojek di Bangkok.. 😀

-dew-

9 Comments

Leave a Comment.