Mencari Penginapan Murah ala Backpacker

Keluyuran ala backpacker biasanya identik dengan perjalanan murah meriah. Namanya juga budget traveller, koceknya terbatas.. Jadi mikirnya: bagaimana agar pengeluaran bisa semurah mungkin :-P

Banyak yang bertanya pada saya lewat email, bagaimana ya mencari penginapan yang murah saat di luar negeri? Mari kita renungkan… *halah

Pengeluaran terbanyak kalau pergi travelling sudah pasti untuk tiket dan penginapan. Kalau dipikir-pikir, kita travelling untuk keluyuran bukan? Sebagian besar waktu kita bisa dipastikan akan banyak berada di jalan, tempat wisata, atau tempat perbelanjaan – bukan di penginapan. Sayang kan kalau sudah pergi jauh-jauh tapi di kamar terus.. :-P (beda halnya kalau bulan madu yaaa). Ujung-ujungnya hotel hanya berfungsi sebagai tempat ‘menumpang’ mandi dan tidur saja.

Nah, karena alasan inilah para backpacker suka mencari penginapan yang murah. Wong cuma untuk tidur, naruh barang dan mandi saja huehehehee.. :D  Eit, tapi ingat.. Murah bukan berarti murahan lho.. kualitas dan fasilitasnya lumayan oke lho..

Ah, masak sih ada hotel murah tapi fasilitasnya lumayan?

Buat yang sudah biasa backpacker-an mungkin sudah tahu. Namun bagi yang belum tahu, saya akan coba sharing sedikit infonya. Sebelum saya sharing lebih banyak, pastikan kamu membeli tiket terlebih dulu, baru kemudian mencari penginapan. Jika tiket sudah di tangan, penginapan nanti tinggal menyesuaikan. Oya, rajin-rajinlah mencari informasi tiket promo di situs-situs penerbangan agar dapat yang murah.

***

Hotel vs Hostel

Memang beda ya hotel dengan hostel?
1. Fasilitas
Hotel:
- Akomodasi dan fasilitas yang ditawarkan lebih personal. Kamarnya privat, kamar mandinya pun privat. Lalu di dalam kamar ada TV, telepon, peralatan minum, kulkas, dll yang khusus dipakai tamu yang memesan kamar tersebut saja.

Hostel:
- Akomodasinya lebih multifungsi. Di hostel, para tamu dapat menyewa tempat tidur layaknya di asrama bersama dengan semua fasilitasnya. Sudah pernah tinggal di asrama belum? Kalau saya dulu pernah tinggal 2 tahun di asrama putri ketika kuliah di ITT Telkom Bandung. Jadi konsep yang ditawarkan hostel mirip seperti tinggal di asrama.

Satu kamar terdiri dari beberapa tempat tidur lengkap dengan kasur, selimut dan bantalnya + locker kecil untuk nyimpan barang (istilahnya dorm). Jadi kita bukan menyewa kamar, tapi jumlah bed. Kadang-kadang, ketika check-in kita akan dikasih selimut, sprei dan sarung bantal, jadi harus masang sendiri. Lalu pas check-out sprei, selimut dan sarung bantal tadi harus dilepas, lalu diletakkan di ruang laundry. Ada pula yang sebelumnya sudah disiapkan dulu oleh petugasnya jadi gak perlu repot masang. Kebijakannya tergantung dari masing-masing pengelola hostel.

Kamar mandinya sharing dengan yang lain. Ada dapur, mesin cuci (laundry), dan ruang ‘social area’ yang ditata mirip ruang keluarga lengkap dengan TV-nya. Semua fasilitas itu bisa dipakai sharing dengan yang lain. Istilahnya: akomodasi rame-rame.. karena hampir semua fasilitas digunakan bersama. Kekurangannya: privasi jadi gak ada.

Ada hostel yang menyediakan kamar campuran (mixed dorm), ada yang khusus untuk perempuan/laki-laki saja (male/female only). Kalau sungkan gabung di kamar campuran, bisa pilih kamar berdasarkan jenis kelamin. Kadang-kadang ada juga hostel yang menyediakan opsi kamar privat.

2. Tarif
Murah enggaknya harga tergantung kondisi kantong, menurut saya begitu. Kalau perginya rame2, mungkin pesen hotel/guest house untuk keluarga jatohnya akan lebih murah. Tapi kalau pergi sendiri tanpa keluarga, saya lebih suka nginap di hostel karena ada fasilitas dapur dan laundry yang bisa dipakai.. *maklum, budget traveller :-P

Enaknya kalo di hostel, kita bisa dapat kenalan baru dari negara lain saat lagi leyeh-leyeh nonton di ruang tv atau saat lagi di kamar misalnya.. sekalian melatih bahasa Inggris kita :p

***

Lalu, bagaimana mencari hostel murah?

Gak perlu khawatir lagi pemirsahhh…
Di jaman canggih seperti sekarang ini, semua bisa dicari dan dipesan sesuai keinginan lewat internet. Sudah banyak situs yang menawarkan jasa pemesanan hotel, beberapa diantaranya yang terkenal adalah:
- Agoda (http://www.agoda.com)
- Asia Room (http://www.asiarooms.com)
- Hostelbookers (http://www.hostelbookers.com)
- Hostels.com

Sebelum mengeksekusi pemesanan, cek review dan ratingnya. Namun itu bukan satu-satunya patokan saat memilih hostel. Pertimbangkan juga lokasi, fasilitas dan sarana transportasi yang ada di dekat hostel tersebut. Carilah area backpacker karena biasanya mereka tidak mematok harga yang mahal.

Tips biar dapat info promo dan diskon terbaru, cobalah jadi member di situs-situs pemesanan hotel tersebut. Tips lainnya, sering-sering browsing harga di situs-situs tersebut, karena harga dapat berubah-ubah sewaktu-waktu, bahkan dalam hitungan jam.

Sekedar sharing, dulu pas ke Seoul saya pernah nginap di hostel yang per malamnya Rp 160 ribu (dapat sarapan, handuk untuk mandi, water heater, alat pemanas selimut karena di sana cuaca lagi dingin, air minum gratis sepuasnya tinggal ambil dari dispenser, lokasinya di pinggir jalan besar, ramai dan strategis, dekat dengan subway dan pemberhentian bus, internet free 24 jam). Di Singapore, saya dapat hostel yang oke juga, per malamnya 16 Dollar Singapore. Fasilitasnya hampir sama seperti hostel di Seoul, minus alat pemanas selimut. Pas ke Bangkok, hostel yang saya inapin juga sangat bagus dan nyaman. Ada lounge dan resepsionisnya, tidak seperti hostel-hostel lain yang pernah saya datangi. Yang ini mirip seperti hotel. Harganya? Cuma Rp 100 ribu/malam..

Semoga bermanfaat!

***

 

-dew-

26 Comments

Leave a Comment.