Makan Sehat Vegetarian ala Jejamuran

Sebenarnya sudah beberapa kali saya ke sini, cuma selalu lupa menuliskannya. Padahal resto ini berlokasi tak jauh dari rumah orangtua saya di Jogja.

Namanya Jejamuran. Resto ini terletak di daerah Niron, Sleman, sekitar 800 meter-an dari jalan raya Magelang. Dari namanya, bisa ditebak donk kalau resto ini menyajikan menu-menu berbahan dasar jamur sebagai bahan utamanya. Menu yang ditawarkan disini banyak sekali, ada tongseng jamur, sate jamur, pepes jamur, sop jamur, jamur goreng tepung, tumis jamur cabe ijo, gudeg jamur, telur dadar jamur, dll.. gak hapal saya..

Saya termasuk salah satu penggemar jamur. Rasanya enak, seperti makan ayam cuma tidak berasa ayam, nah lho bingung gak? Tekstur jamur ini kenyal, seperti makan kulit ayam hanya saja lebih lembut. Harganya pun tidak mahal. Menu-menu disini ditawarkan dengan variasi harga mulai Rp 5ribu – Rp 15ribuan.

Asyiknya lagi, di Jejamuran ini kita juga bisa melihat budi daya jamur. Beberapa jamur sengaja dipajang agar pengunjung bisa melihat-lihat dan berfoto ria, mulai dari jamur merang, shitake, ling-zhi, kuping dan tiram. Kebetulan pas saya ke sana baru-baru ini, pas ketemu sama sang pemilik resto Jejamuran.

Dari Menjajakan ke Tetangga Sampai Buka Resto

Sosoknya begitu sederhana. Mengenakan kemeja lengan pendek putih garis-garis, celana kain hitam, topi dan sandal, ia merespon sapaan hangat saya dengan ramah. Kami pun berbincang-bincang santai, berdiri di dekat jamur-jamur yang dipajang tak jauh dari area makan.

Rambutnya mulai didominasi uban, dengan kacamata dikalungkan di lehernya. Tak ada kesan mewah yang tertangkap dari sosoknya layaknya pengusaha lain. Jujur saya sangat suka dengan gayanya yang sederhana ini. Sekilas, pria bernama Ratidjo kelahiran Jogja 67 tahun silam ini tampak seperti sosok Bob Sadino, pengusaha Indonesia yang terkenal itu.

Cerita punya cerita, Ratidjo rupanya telah malang-melintang di dunia budidaya jamur sejak 1968. Saat itu ia bekerja di sebuah perusahaan agrobisnis di Wonosobo. Ia dulu pernah diutus untuk melakukan studi mengenai budidaya jamur dari seorang pakar dari Taiwan, lalu pernah juga dikirim ke Belanda untuk belajar industri jamur yang dikelola secara modern.

Ratidjo lalu berpikir bahwa ia tak mau selamanya menjadi seorang pekerja hingga akhirnya tahun 2006 ia mencoba membuka peluang bisnis dengan mengembangkan usaha jamur kecil-kecilan. Kebetulan istrinya hobi memasak. Hampir semua resep menu yang dijajakan di resto jejamuran adalah hasil racikan sang istri, yang kini dibantu oleh 75 orang karyawan yang semuanya warga sekitar.

Memasarkan jamur kala itu tidak semudah yang dibayangkan karena makanan ini belum begitu memasyarakat. Ia sampai menjajakannya dari satu rumah ke rumah lain. Tak disangka-sangka, berkat kerja keras dan kesabarannya akhirnya ia berhasil memperbesar restonya dan meraup keuntungan.

Nama Resto: Jejamuran
Lokasi: Niron, Pandowohardjo, Sleman – Yogyakarta
Telp: 0274-868170

-dew-

11 Comments

  1. Senang rasanya melihat pengusaha yang merintis dari seorang pekerja biasa. Salah satu niat saya mungkin seperti ini, tapi mungkin karena tak ulet hasilnya masih tetap sama 🙁
    Soal jamur, saya paling suka di sup 😀

    Reply

Leave a Comment.