Jalan-jalan ala Backpacker

Tau komik Tintin kan? Komik ini terkenal pas jaman kecil saya dulu, mengisahkan petualangan menarik Tintin si wartawan ke berbagai negara di dunia. Nahhh saya pun punya obsesi sama: keliling Indonesia dan dunia!

Banyak yang komen / nanya ke saya : “Wah, jalan-jalan melulu nih..? Banyak duit..”
Atau: “jalan-jalan keluar negeri gitu habis berapa banyak tuh?”

Well… yang jelas saya bukanlah seseorang yang kaya raya, paling gak sampai saat ini, hueheheee… Yang saya lakukan adalah jalan-jalan ala backpacker dengan ongkos murmer. Sebelumnya nabung dulu! Dan kadang2 saya pergi karena urusan kantor, sambil disempatkan keluyuran.

Dari pendapatan tiap bulan, sisihkan sedikit untuk ditabung.. (eh tapi jangan lupa nyisihin untuk zakat ya). Kebetulan saya nggak punya hobi mahal, jarang shopping2 kecuali makan :)), kurang suka dandan atau beli pernak-pernik cewek. Saya ini cewek tomboi semi feminim.. πŸ˜€ Ke salon pun bisa dihitung dengan jari, sampai-sampai suami heran dan pernah nyeletuk’: “Kamu ke salon gih, creambath, facial atau apa gitu..” :))

Trus, gimana caranya jalan-jalan dengan biaya murah?

Kuncinya adalah cari tiket murah, cari tahu tempat penginapan murah, makan di tempat murah tapi enak, naik transport lokal yang murah dan beberapa trik lainnya seperti nginap di dormitory room yang sekamar isinya 6-10 orang.

Perjalanan pertama saya keluar negeri sebenarnya pas ke Barcelona – Spanyol, tapi ini gak bisa dibilang backpack karena saya kesana diongkosi (diundang oleh Alcatel Lucent, waktu itu masih jadi reporter). Saya nginap di hotel bintang 3 yang per malamnya lumayan mahal.

Nah kalau yang backpack benerannya pertama kali pas pergi ke Singapura, berhubung ke Eropa / Amerika budgetnya lebih besar jadi pilih yang dekat2 dulu aja di Asia dan sekitarnya. Kalau lagi beruntung dapat promo, tiket ke Singapura bisa dapat 300ribuan lohh, PP lagi alias pulang pergi. Plus nginep di hostel backpacker yang per malamnya cuma 70-100ribuan. Jadi dengan modal setengah juta alias 500ribu sebenarnya kita sudah bisa ke Singapura. Untuk transpor gak perlu pusing karena bisa naik MRT yang ongkosnya juga murah.. πŸ˜€

Nah, yang akan bikin kantong kita jebol adalah kalau kita belanja-belanja di tempat tujuan. Bisa dipastikan kamu akan ‘terhipnotis’ oleh pernak-pernik lucu khas negara tersebut, atau barang-barang bermerek lainnya yang banyak dijumpai di sana. Kalau gak bisa nahan nafsu belanja, wah gawat…

Apa sih asyiknya backpackeran?

Bagi saya, sensasinya yang dicari.. jalan2 ala backpacker membuat saya merasa lebih bebas ketimbang liburan pada umumnya yang nginap di hotel enak dan nyaman, sewa mobil, dll. Dengan backpacker saya bisa belajar memahami budaya setempat, bertemu orang banyak, bertanya, mendatangi tempat2 yang sebelumnya belum saya datangi, blusak-blusuk ke gang-gang rumah rakyat setempat, dll.. Intinya, saya bisa melihat beragam perbedaan, dan itu yang menurut saya asyikΒ  πŸ™‚

Apakah backpacker identik dengan ke luar negeri?

Tentu saja tidak! Kamu bisa backpackeran kok di negeri sendiri. Cuman karena saya masih muda (merasa muda tepatnya *ngekek), saya memilih luar negeri dulu. Backpack itu butuh stamina dan fisik yang kuat, sehingga akan lebih repotΒ  backpack ke luar negeri yang notabene asing bagi kita. Belum lagi peraturan yang berbeda dan lebih ketat serta budaya yang tak sama dengan kita sehingga memang harus dipersiapkan..

Kalau travelling di Indonesia, biasanya kita akan lebih santai karena merasa aman di negeri sendiri. Pengennya sih saya bisa menjelajahi semua pulau di tanah air kita yang kaya raya ini. Papua yang indah sudah saya sambangi (ngimpi bisa ke Raja Ampat suatu saat nanti), Kupang dengan khas niranya sudah saya ‘duduki’, Pontianak dengan etnisnya yang beragam dan kaya makanan sudah saya datangi, Makasar, Lombok, Kupang, Denpasar, Medan (tanah kelahiran saya), Pekanbaru, Bandung, Lumajang, Surabaya, Semarang, Solo, Jogja, Pekalongan, Jepara, Kudus.. Aaah tapi sayang, belum semua saya ceritakan dan dokumentasikan… πŸ™Β  Semoga ini menjadi penyemangat saya untuk tetap rajin ngeblog menulis perjalanan terdahulu, walau sudah telat.. :p

Nahhh, bagaimana mencari penginapan murah, persiapan packing dan apa saja yang harus dipersiapkan ketika akan backpackeran ke luar negeri?

==bersambung==

diusahakan akan ditulis secepatnya… πŸ™‚

-dew-

9 Comments

  1. Waduh, pertanyaan susah-susah gampang dijawab… huehehehe πŸ˜€

    Jawabnya ya tergantung backpack kemana. Kalau ke singapore, pakai koper lebih enak karena transport disana gampang, bisa bawa2 koper ke MRT. ‘Medannya’ gak susah..

    Kalau aku pribadi lebih suka pake tas ransel gede yang ukurannya literan itu lhooo.. aku punya yang ukuran 55liter. Tapi sekali lagi, ini tergantung pergi kemana..

    Kalau pergi 7hari bawa baju thok, cukup kok.. saranku: bawa baju secukupnya dan sandal/sepatu yg nyaman dipake jalan. Tidak disarankan membawa baju banyak2 apalagi di-matching-in sama sepatu (alias sepatu/sendalnya ganti terus tiap hari sesuai baju, huehehee..)

    Soal oleh2, beli sewajarnya saja… oleh2 bisa ditenteng nanti. Kecuali niat kesana memang untuk belanja2, lebih baik bawa koper besar jadi muatnya banyak :p

    Mudah2an jawabannya membantu ya.. πŸ™‚

    Reply
  2. kalo backpecker enakan pke ransel atau semi koper???
    klo ransel buat 7 hari kurang nampaknya..apa lagi kalo beli oleh2.. πŸ˜€ mohon sarannya?!!

    Reply
  3. @kaget: tergantung bang.. dana backpacker gak gede2 banget. Diakalinya dengan cari tiket murah / pas lagi promo, dan tidur di hostel backpacker yang murah meriah yang semalamnya 70-100ribuan. Ke singapore, dengan duit 1 juta bisa kesana, ini plus tiket PP yg murah dan nginep 2malam 3 hari.. plus sudah transport kemana2 naik MRT.. πŸ™‚

    Reply

Leave a Comment.