Kuliner di Khao San Road Bangkok

Bagi yang suka travelling, nama Khao San Road pasti sudah tidak asing lagi didengar. Kawasan ini dikenal sebagai pusatnya para backpacker dari berbagai penjuru dunia berkumpul.

Saya tiba di Bangkok Senin lalu sekitar jam 8 malam. Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Bangkok. Dari bandara Suvarnabhumi, saya langsung menuju hostel dengan taksi ke kawasan Hua Lampong, tempat saya menginap. Ongkos taksi dari bandara ke hostel sekitar 400 Bath (120ribu), karena berempat jadi per orang cuma kena 30ribuan.

Sesampainya di hostel, saya dan teman2 check-in terlebih dulu, menaruh barang di kamar, lalu keluyuran sembari cari makan. Tujuan pertama setibanya di Bangkok adalah Khao San Road tersebut. Dari Hua Lampong, kami ke Khao San Road dengan menaiki tuk-tuk.

Khao San Road sama seperti pasar malam lainnya. Di sini terdapat banyak cafe, resto, jajanan pasar, souvenir khas Bangkok, hotel-hotel bertarif miring, layanan pijat, hingga tato-tatoan. Di sini kita juga bisa menjumpai banyak travel agen yang menawarkan bermacam-macam paket tour ke berbagai tempat wisata.

Saya sendiri tak peduli dengan souvenir, tato atau paket wisatanya. Yang saya incar adalah makanan dan tempat yang menurut saya unik didatangi.. :) Tak lengkap rasanya kalau tidak melakukan dua hal itu..

Pad Thai

Perut yang sudah keroncongan akhirnya saya isi dengan mencicipi Pad Thai. Tersedia dengan pilihan telur, daging atau ayam. Kalau di Indonesia, Pad Thai ini sama dengan bihun goreng. Harganya cuma 30 Bath (9ribuan), bisa minta pedas juga lho.. Nyam nyam nyam… untuk harga segitu dan ukuran jajanan pasar, PadThai ini rasanya enak menurut saya, makannya sambil jalan menyusuri Khao San Road.

Ketan Mangga khas Thailand

Hampir di tiap jengkal Khao San Road kita bisa menjumpai penjaja makanan. Saya pun bertemu dengan Ketan Mangga khas Thailand yang terkenal itu. Ini adalah dessert khas Thailand, nama Thailand-nya “Khao Neow Ma-maung“. Lho? Makan ketan pake mangga??? Apa rasanya?

Rasanya enak, manis dan gurih!! Ketan yang gurih dipadukan dengan santan dan mangga yang manis ternyata menghasilkan rasa yang maknyuss di lidah (pinjem istilahnya Pak Bondan :D ). Harganya juga murah, cuma 25 Bath (7500-an). Tapi kalau di resto2 ketan mangga ini biasanya dijual lebih mahal, bisa dibandrol 70-150 Bath, tergantung makan di mana.

Kalau dilihat-lihat dan dirasa-rasa, sepertinya mudah membuat ketan mangga ini. Dalam bayangan saya, meski belum pernah buat, cara membuatnya mungkin tak jauh beda dengan membuat ketan yang biasanya saya makan dengan tambahan kelapa parut di atasnya. Bahannya hanya ketan putih, mangga dan santan. Smoga kapan-kapan ada waktu membuatnya dan di-share di blog :)

Sate dan Jagung Bakar

Lanjut, kemudian saya bertemu dengan sate ayam yang sudah dibumbui dan jagung bakar. Tak ada bedanya dengan di Indonesia, hanya saja sate di sini sudah dibumbui, lalu tinggal dibakar saja. Makannya tanpa bumbu kacang/kecap seperti yang lazim dijumpai di Indonesia.

Tom Yung Kung


Nahh, kalau yang satu ini pasti sudah sering dimakan para penikmat kuliner. Tom Yung Kung alias sup udang pedas. Kalau ke Thailand, jangan sampai terlewat mencicipi makanan ini. Dari segi rasa, Tom Yung Kung asli Thailand jauh lebih sedap dibanding yang pernah saya cicipi di Indonesia. Bumbunya lebih terasa, enak banget dan segerrr..

Oya, jangan lupa cicipi buah2 segar yang dijajakan di pinggir jalan. Ada semangka, pepaya Bangkok, nanas, durian asli Bangkok.. buahnya seger2 banget!! Saya bolak-balik beli pepaya semangka, tapi malah lupa memfotonya.. Ada juga ulat sutra yang digoreng, rasanya gurih. Sekian dulu ulasan kuliner malamnya.. Perut kenyang hatipun riang, berhubung sudah jam 12 malam saya pun balik ke hostel untuk beristirahat. Postingan selanjutnya saya akan sharing soal transportasi di Bangkok.

-dew-

Comments (12)

sonyApril 1st, 2011 at 4:39 PM

nice info… and nice blog :)

AndhyApril 10th, 2011 at 6:23 AM

Wah asik ni, jalan-jalan mengelilingi negara-negara di berbagai belahan dunia.

abdee kusnadiAugust 14th, 2011 at 3:57 PM

Suka infonya, Mantep, jalan2 trus…!!!

dewAugust 22nd, 2011 at 4:13 PM

trims guys, maunya sih jalan2 gratis dibayari :) ) kayak jejak petualang gituh

lilikOctober 10th, 2011 at 7:24 PM

info yg mengasyikkan cz des ini kt mw kesana. tlg info transportasi dong…kt pingin jl ndiri ga pake tour guide. please….tx ya…

dewOctober 27th, 2011 at 12:06 PM

Hai Lilik, info soal transportasi di Bangkok bisa dibaca disini ya..
http://dewningrum.com/2011/04/tentang-transportasi-di-bangkok/

yeremiaJanuary 16th, 2012 at 8:05 PM

Slm kenal, rencananya bln Feb saya mau ke bangkok. blh nanya, dari daerah MBK ke Khao San Road pake apa ya yg praktis dan ekonomi? trims bnyk

dewJanuary 20th, 2012 at 1:05 PM

@yeremia:
Hai salam kenal.. karena di bangkok cukup murah, kl perginya ramean sama teman2 mending naik taksi (pakai argo) nanti tinggal dibagi rata ongkosnya.. tp kalau pergi sendiri, kalau menurut saya lebih praktis naik MRT :)

SatwikaFebruary 11th, 2012 at 10:07 PM

haloo mba
saya ada rencana ke bangkok tgl 6 mar”12, tapi masih bingung menentukan pilihan penginapan, lebih enak di daerah mana ya, khaosan road atau sukhumvit ?mohon sarannya mba.thanks

dewFebruary 15th, 2012 at 1:25 PM

@satwika:
Hai, maaf ya baru sempat respons.. Dua2nya enak sih. Kalau aku prefer di khao san road, tempatnya lebih nyaman, ramai dengan para tourist dari berbagai negara, tempat makan juga menjamur dimana-mana. Disana juga banyak hostel backpacker dengan harga terjangkau. Kalau kamu suka jalan, dari Khaosan road lbh dekat ke tempat2 heritage di bangkok seperti Grand Palace, Wat Po, dll. Kalau mau dekat dgn sky train lbh baik pilih Sukhumvit.

diah meisaniApril 22nd, 2012 at 2:35 PM

Sist. . Kalo dr ecotel jauh ga? Trus tips u/ bellboy hotel biasanya dikasih brp ya? Kami mau ke bangkok minggu dpn. . Thx infonya

dewApril 24th, 2012 at 12:50 PM

@diah:

saya cek di peta, kira2 jaraknya 1,5km.. kalau rame2 mending naik taksi aja, saweran jadi tetep murah.. :) Gut lak ya sist..

Leave a comment

Your comment